Tips Ayah

Kalau Kamu Korupsi, Ayah Bisa Apa Nak?

Korupsi tampaknya menjadi terbiasa didengar oleh telinga Ayah, Ibu, Bahkan Anak di rumah. Apalagi malah menjadi dagelan “tertabrak tiang listrik” segala. “Korupsi itu apa yah?” Ketika anak bertanya, Ayah pun terpaksa menjelaskan perilaku tak baik itu, “Pencuri nak, mencuri uang yang bukan haknya”. Perasaan hati saja dibikin campur aduk oleh kasus korupsi belakangan ini.

Kenalkan korupsi dengan cara dibawah ini Korupsi dicegah dengan dongeng si Kancil Ketahuilah Ayah, KPK sudah memikirkan cara untuk mencegah korupsi berbasis keluarga. Ya korupsi harus dikenalkan dari ruang keluarga, dari hubungan terdekat Ayah dengan anak. Menurut KPK, pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan cara mendogeng, gampang betul! Orang tua bisa mendongeng dengan menanamkan nilai antikorupsi. Bukan rahasia lagi, ilmu mendongeng dapat mencairkan hubungan Ayah dan Anak dan sumber efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam keluarga. Kalau dipikir-pikir “si Kancil yang gemar mencuri mentimun”, bisa sekali dijadikan contoh praktik korupsi. Sudah tahu itu mentimun milik pak tani, kok malah dicuri si kancil. Cerita lain juga bisa, dengan tema mengambil barang yang bukan haknya dan si pencuri tentu saja mendapat keuntungan pribadi dari perbuatannya. KPK bahkan membuat beberapa kali kegiatan berkaitan dengan mendongeng kepada anak, sebagai sosialisasi tindakan anti korupsi kepada keluarga. Jangan menuruti semua permintaan anak Pixabay.com Ada hal lain yang bisa dilakukan ayah untuk pencegahan korupsi, yaitu dengan tidak menuruti semua permintaan dari anaknya. Soalnya, kalau terus dipenuhi dan ayah sewaktu-waktu tak bisa menyediakan yang diminta, anak dapat melakukan berbagai cara agar dituruti. Dari menangis, membujuk, akhirnya mencuri uang dari dompet orang tua deh. Sikap menuruti semua kemauan anak, bisa mempengaruhi sikap anak yang cenderung koruptif dimasa depan, ingin punya segalanya dengan bebagai cara. Jangan sampai ya, punya anak calon koruptor di rumah. Soalnya, sumbernya ternyata bisa dari cara mendidik orang tua. #korupsi #ayahblogger

A post shared by ayahblogger (@ayahbloggerku) on

Wahai Ayah, menjelaskan korupsi itu memang tidak mudah, karena ada tindakan tidak baik yang harus dijelaskan kepada anak. Apalagi harus mencontohkan, “ini loh nak perbuatan tak tidak korupsi itu”. Lalu anak mungkin makin penasaran seperti apa perbuatan yang mengambil hak orang lain? “Kamu diberi jajan, tetapi tak beri kembalian ke ibu, itu korupsi.”

Perilaku korupsi harus dijelaskan kepada anak dengan Bahasa yang muda dan diberikan contoh yang mudah dimengerti. Apa saja ya yang bisa dilakukan Ayah untuk menjelaskan korupsi?

Korupsi dicegah dengan dongeng si Kancil

Ketahuilah Ayah, KPK sudah memikirkan cara untuk mencegah korupsi berbasis keluarga. Ya korupsi harus dikenalkan dari ruang keluarga, dari hubungan terdekat Ayah dengan anak. Menurut KPK, pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan cara mendogeng, gampang betul!

Orang tua bisa mendongeng dengan menanamkan nilai antikorupsi. Bukan rahasia lagi, ilmu mendongeng dapat mencairkan hubungan Ayah dan Anak dan sumber efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam keluarga.

Kalau dipikir-pikir “si Kancil yang gemar mencuri mentimun”, bisa sekali dijadikan contoh praktik korupsi. Sudah tahu itu mentimun milik pak tani, kok malah dicuri si kancil.

Cerita lain juga bisa, dengan tema mengambil barang yang bukan haknya. Si pencuri tentu saja mendapat keuntungan pribadi dari perbuatannya. KPK bahkan membuat beberapa kali kegiatan berkaitan dengan mendongeng kepada anak, sebagai sosialisasi tindakan anti korupsi kepada keluarga.

Jangan menuruti semua permintaan anak

Pixabay.com

Ada hal lain yang bisa dilakukan ayah untuk pencegahan korupsi, yaitu dengan tidak menuruti semua permintaan dari anaknya. Soalnya, kalau terus dipenuhi dan ayah sewaktu-waktu tak bisa menyediakan yang diminta, anak dapat melakukan berbagai cara agar dituruti. Dari menangis, membujuk, akhirnya mencuri uang dari dompet orang tua deh.

Baca juga : Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

Sikap menuruti semua kemauan anak, bisa mempengaruhi sikap anak yang cenderung koruptif dimasa depan, ingin punya segalanya dengan bebagai cara. Jangan sampai ya, punya anak calon koruptor di rumah. Soalnya, sumbernya ternyata bisa dari cara mendidik orang tua.

Jangan Ajari Anak BerBohong, Ayah!

Tingkat kasus korupsi semakin menjadi-jadi, bahkan pelakunya sudah enggak malu-malu lagi. Mereka bisa tersenyum manis, walau kasus manipulasi sedang mendera mereka. Budaya malu tampaknya tidak menjadi bagian dari hidup sang koruptor. Tetap saja bisa tersenyum, meski sedang mengenakan rompi KPK.

Dan Ariely di kutip dalam keluarga.com, pernah melakukan penelitian dan dibuatkan film dokumenter berjudul (dis) honesty; the Truth about Lies. Akar dari korupsi itu katanya adalah kebohongan. Perbuatan bohong ternyata tak mengakibatkan perasaan bersalah. Dari perbuatan bohong para koruptor telah menghitung keuntungan dan kerugian.

Persoalannya kebohongan bisa berbuntut Panjang dan menular. Ayah juga mungkin melakukannya, “tenang nak, disuntik enggak sakit kok”. Padahal, Ayah tahu betul jarum masuk ke kulit itu rasanya perih. Walau rasanya hanya sebatas digigit semut. Berbohong adalah cara tak baik untuk menjelaskan sesuatu kepada anak.

Wahai ayah, cegahlah korupsi sedini mungkin. Agar Ayah tak gamang dimasa depan kelak dan bingung ketika kok anak tercinta terlibat korupsi. Alih-alih malah bertanya, kalau kamu korupsi, Ayah bisa berbuat apa?

Menurut, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang pencegahan korupsi sangat penting dipraktikkan dari lingkup keluarga dan dilakukan secara berkesinambungan. Agar karakter kejujuran tumbuh sepanjang hidup anak-anak.

 

 

25 thoughts on “Kalau Kamu Korupsi, Ayah Bisa Apa Nak?

  1. Pelajaran banget ini … Aku berusaha dari sekarang ngomong dan memberi contoh yang baik buat anak aku. Karena takut banget, salah kasih contoh bisa dampak negatif besarnya nanti. Terima kasih ilmunya Ka, manfaat buat saya sebagai newmom

  2. Sederhana ya sepertinya langkah-langkah tersebut, Yah? Tapi prakteknya, susah. Cuma saya bener2 berharap setiap orang tau bisa aware akan hal ini dan selalu mengusahakan untuk ngasih edukasi terbaik, supaya anak bisa menghindari sifat2 bibit koruptor :’)

  3. Tipsnya bagus. Anak-anakku juga sering diceritain tentang si kancil. Dan yang pasti, jangan mudah memberikan atau mengabulkan permintaan anak ya karena nanti dia jadinya ingin dituruti terus sehingga mengambil jalan yang gak bener.

  4. Menjelaskan korupsi dengan cara dongeng, menarik. Saya akan coba. Nah, bila ada salah satu anak ingin lebih daripada saudaranya/kakak atau adik, padahal nggak pernah ada yang ngajarin seperti itu, bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih

  5. Kejujuran perlu ditanamkan sejak dini yah. Padahal terlihat sepele: disuntik tidak sakit, tapi dampaknya luar biasa. Karena bohong sedikit akan terus ditumpuk lalu jadi segunung

  6. Walah, dongeng si kancil ini sudah diceritakan ibu saya semenjak saya masih kecil.

    Saya melihat ada benang merah yang jelas antara pembiasaan untuk berbohong dengan kejadian korupsi. Sayangnya, ajaran untuk berbohong sudah dimulai sejak anak masih dalam keluarga. Contoh mengajari anak berbohong dan bersikap tidak jujur:
    1. Kalau anak diberi makan, harus ngomong “Enak”, padahal masakannya luar biasa hambar.
    2. Orang tua tidak boleh dilawan, jadi kalau anak punya pendapat sendiri yang bertentangan dengan orang tua, anak tidak boleh mengungkapkannya.
    3. Ada sekretaris Pak RT datang mau nagih iuran RT. Orang tua ngumpet di kamar dan suruh anaknya yang keluar sambil bilang, “Bunda tidak ada..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *