Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

Setiap hari kerja pada pukul 4.30 sore, ibuku selalu siap dengan secangkir teh manis panas, ritual menyambut Bapak pulang kerja. Ibu sudah menakar dengan pas panasnya, sehingga ketika Bapak sampai di rumah, teh tersebut siap diseruput tanpa membuat bibir jebleh kepanasan.

Foto : Rima Maimunah

Bertahun-tahun ritual ini dilakukan oleh ibu. Aku kadang ikut menyambut siap-siap di pintu untuk membuka sepatu beliau, pantofel hitam dengan kaos kaki hitam atau coklatnya. Setiap hari pembayaran gaji, Bapak selalu membawakan kami es grim, tanda bahwa beliau sudah gajian pada hari itu. Jadi bisa dipastikan, aku bisa menikmati es grim ya sebulan sekali, bahagianya bukan kepalang 😂.

Ini memang bukan cangkir yang sama yang selalu dipakai ibuku untuk menyajikan teh untuk Bapak, dan ini juga bukan es grim yang sama yang dibelikan Bapak untuk kami menyantap bersama di rumah. Tetapi ini adalah perwakilan hatiku, perwakilan rindu, pengingat bahwa ada berbagai kebiasaan Bapak yang aku takut lupa karena seiring berjalannya waktu. Aku berupaya menjaga ingatanku tentang Bapak.

Baca juga : 10 Cara Mudah Menjadi Orang Tua Hebat

Bapak memang tidak sempat hadir di wisudaku, hanya ibuku dan adiknya, tetapi beliau adalah orang pertama yang mengantarkanku ke kampus tempatku menempuh pendidikan.

Bapak memang tidak sempat merasakan gaji pertamaku, tetapi dari beliau aku meniru kesungguhan dan kejujuran bekerjanya. Bapak memang tidak sempat menjabat tangan calon suamiku untuk mengucap ijab (yang diwakilkan pamanku satu-satunya yang masih ada, terimakasih paman ), tetapi nama Bapak tersebut di belakang namaku Rima Maimunah binti Suriyan Makkie).

Bapak memang tidak lagi hadir secara fisik, tapi hatinya, semangatnya, hangatnya selalu ada bersamaku, sampai kapanpun, selamanya.

Alfatihah.
Suriyan Makkie bin M.Makkie 😌👨👧🌻🌹

Ditulis oleh Rima Maimunah

Ada begitu banyak kenangan tentang Bapak atau Ayah dari anak-anaknya. Apalagi ketika Bapak sudah tiada. Hasil didikannya dan kerja keras Bapak dapat membimbing kita untuk melakukan banyak hal baik di dunia ini.

Bapak memberikan semua ketulusan dan menjaga hati anaknya untuk tetap kuat meski tanpa dirinya ada di samping anak-anaknya. Begitulah, akhirnya ketulusan Bapak berbalas kasih sang anak yang menyayangi Bapak tanpa koma hingga tutup usia. Terima kasih Bapak untuk semua cinta dan sayang tak terbatas.

Selamat Hari Ayah Nasional, 12 November 2017.

14 thoughts on “Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

  1. sejak kecil, ayah sudah meninggalkan kami untuk selamanya

    tapi saya masih punya kenangan manis tentangnya

    yaitu membacakan buku untuknya karena penglihatannya berkurang akibat sakit

    dan membawakannya tas kantornya yang ternyata berat

    dan kamipun tertawa bersama 😀 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *