Balita, Uncategorized

Cuma Ibu yang Tahu Rasanya, Kok Ayah Enggak Tahu ya

Waktu membaca timeline Facebook, saya membaca curahan hati seorang ibu muda. Katanya begini, ada masa ketika ibu selalu menikmati membesarkan anak. Anak selalu ingin berada di dekat kita, tiba-tiba menggedor pintu sambil menangis, dan tidak ada lagi yang membangunkan untuk meminta diantar ke kamar mandi. Jadi, nikmatilah proses membesarkan seorang anak, karena akan merindukan masa-masa kecil saat si kecil bersedia untuk dipeluk tanpa bisa menolak.

Menjaga Anak, Ibu yang Tahu Rasanya. Pixabay.com
Menjaga Anak, Ibu yang Tahu Rasanya. Pixabay.com

Hanya Ibu yang Tahu Rasanya, Ayah PerluTahu juga

Apakah Ayah tahu bagaimana perasaan ibu yang waktunya lebih banyak habis bersama anak-anaknya. Ketahuilah Ayah, ada beberapa hal cuma Ibu yang tahu rasanya ketika menjaga anak setiap hari.

Menyusui Anak Padahal Lagi Tidur Nyeyak

Sebagai ayah muda, saya sering mendapati istri merem, tetapi anak kok masih asik minum susu. Rasanya kok ya enggak bagi-bagi sama ayahnya ya. Ibu akan dengan senang hati menyusui anaknya meski sedang tidur sekali pun.

Cebokin Anak Pas Lagi Enak-Enaknya Makan

Apakah ayah pernah menyebokin anak ketika sedang enak-enaknya makan. Saya tentu saja pernah. Tetapi istri tentu lebih sering melakukannya. Suatu kali ketika sedang makan di restoran sunda yang makanannya maknyus banget. “Prettt” anak buang air besar dan baunya semerbak kemana-mana.

Baca Juga : Wabah Difteri Versus Orang tua Anti Vaksin

Ibu akan dengan sigap mengangkat anaknya dan segera ke kamar mandi. Makanan seenak-enaknya akan diacuhkan dan mencebok anak menjadi perhatian serius. Sementara ayah, ya makan terus sampai butiran nasi terakhir.

Ikut Merasakan Sakit Saat Anak Kondisi Badannya Tidak Karuan

Menjaga Anak Sakit, Hanya Ibu yang Tahu Rasanya. Pixabay.com
Menjaga Anak Sakit, Hanya Ibu yang Tahu Rasanya. Pixabay.com

Kalau anak sakit, ibu tentu menjadi orang yang paling khawatir dengan kondisi anak. Panas sedikit saja, ibu langsung was-was dan memastika kalau anak dalam kondisi yang tidak sehat. Ia langsung memikirkan akan membawa anak ke dokter tanpa pikir panjang. Kalau pun anak yang sakit tak perlu dibawa ke dokter, ia sudah menyediakan obat-obatan dan disimpan khusus di rak lemari.

Ikut Makan Bersama Anak, Meski Ibu Sudah Kenyang

Kalau anak susah makan, ibu pula yang akan resah dan gelisah. Ia selalu menyuapi anaknya hingga kenyang. Jangan sampai anak kelupaan makan. Yang membuat ibu menjadi semakin Lelah, ketika sang ayah juga minta makannya disediakan. Agar anak mau makan, ibu seringkali menjadi ikutan makan, agar anaknya ikut mengunyah. Padahal, perut sudah terasa kenyang.

Ibu Mau Mandi Saja, Anak Menangis Berderai-derai

Untuk mau mandi saja, anak sering enggak mengijinkan sampai menangis berderai air mata. Kalau sudah begitu, ibu tentu saja diantara dua pilihan. Segera mendiamkan anak tercintanya atau harus tega membiarkan anak menangis sambil harus buru-buru mandi. Si kecil sering tak mau lepas dari ibunya. Sementara Ayah mungkin tak mengerti kondisi seperti itu.

Dari semua keriuhan menjaga anak, ada waktunya semuanya nanti berlalu. Ibu akan sadar kalau anak mulai tumbuh dewasa, ketika memilih untuk mandiri. Anak sudah tidak mau dicium lagi. Sudah ogah, kalau ibu mau membantu untuk memakaikan bajunya. Anak akan lebih senang menghabiskan waktu diluar rumah dan asyik dengan kehidupannya sendiri.

Hingga ada waktunya ketika anak mengatakan, “Ibu aku sudah mau menikah, nanti kami akan tinggal di rumah sendiri”. Barulah Ayah pun tersadar, kalau anak tidak hanya meninggalkan ibu, tetapi Ayah juga tidak akan hidup bersamanya lagi.

 

 

 

24 thoughts on “Cuma Ibu yang Tahu Rasanya, Kok Ayah Enggak Tahu ya

  1. ayah… aku senyum2 baca ini…
    pas lagi makan enak itu luar biasa, anak2 minta cebok hahaaa…atau pas udah rapih jali mau pergi, mereka pup smua :)) lucu.. akan ngangenin

  2. Ibu juga bersedia menghabiskan makanan di piring yang masih bersisa. Kan sayang dibuang2 hehehe, makanya ibu jadi gemuk kan gara2 makan terus wkwkwkwk. Ibu juga sabar nemenin anak bikin prakarya, bikin pr, nonton tv bareng dll. Ayaah juga pasti mau lah seperti ibu.

  3. Bbrp hal aku ngerasain, tp sebagian lg ga :D. Yg ttg mandi dan anak bkl ngedor2, itu sampe skr aku ga ngerasain hahahaha.. Mungkin krn si kecil juga dipegang ama babysitternya kali yaa, jd utk hal2 tertentu dia memang ga terlalu terikat ama aku.. 🙂 .

  4. mwahahahaha bagian yg nyebokkin anak pas ibu lagi makan ituh ya … sering ngalamin, stigma bahwa urusan anak ya urusan ibu jadinya kebanyakan bapak sebodo teuing klo anaknya pup

    btw, request artikel begini lagi, boleh ? hehehehe

    mau share ah

  5. semuanya uda aku rasakan menyusui sambil merem, lagi makan baru sesuap ada yg teriak bunnn udah cebokin 🤣😂 klo anak ga abis makannya emang bener aku yg abisin soalnya mubazir deuh ini semua sensasi jd mamak yg luarbiasa

  6. Alhamdulillah meski saya seorang ayah tapi saya cukup sering juga ngalami apa yang dialami istri, mulai dari mandi dicariin hingga asyik-asyik makan eh anak pup. Malahan kalo lagi di luar, saya yang selalu nyebokin mereka kalo keluar bersama istri. Sebab istri pakai baju gamis lebar, agak ribet dan takut kena najis sehingga saya yang nyebokin he3
    Para ayah atau papa muda zaman now sudah banyak kok yang punya kepedulian untuk meringankan pekerjaan istri, mulai dari mengasuh anak hingga pekerjaan rumah tangga.

  7. Paling sering itu yang saya rasakan adalah saya kebelet pipis dan anak saya nggak mau ditinggal ke toilet sebentar aja. Duh, susahnya antara nahan pipis atau nahan tangis anak. Kalau mandi masih bisa ditunda sih, kalau kebelet nggak. saya pernah sampai lari-lari ke kamar mandi padahal bahaya banget terpleset. Untung semakin besar anak-anak saya mereka pun semakin ngerti, pas saya ngelonin merekaa saya minta ijin, “mama mau pipis dulu bentar ya ke kamar mandi, nanti balik lagi.” mereka pun mengijinkan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *