Kalau Kamu Korupsi, Ayah Bisa Apa Nak?

Korupsi tampaknya menjadi terbiasa didengar oleh telinga Ayah, Ibu, Bahkan Anak di rumah. Apalagi malah menjadi dagelan “tertabrak tiang listrik” segala. “Korupsi itu apa yah?” Ketika anak bertanya, Ayah pun terpaksa menjelaskan perilaku tak baik itu, “Pencuri nak, mencuri uang yang bukan haknya.” Perasaan hati saja dibikin campur aduk oleh kasus korupsi belakangan ini.

Continue reading “Kalau Kamu Korupsi, Ayah Bisa Apa Nak?”

6 Sikap Sopan yang Dapat Diajarkan Kepada Anak

Sebagai Ayah dan ibu, kita harus mengajari anak-anak kita untuk mengatakan “tolong” dan “terima kasih,” untuk menunjukkan cara bersikap sopan kepada orang lain. Belajar sopan santun akan membantu anak-anak berlaku hormat dan menjaga perasaan orang lain. Mereka bukan hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, perilaku sopan tersebut akan membuat anak-anak terus membawa sikap tersebut seumur hidup dengan keluarga, teman dan rekan kerja. Selain mengucapkan tolong dan terima kasih, ada beberapa hal lain yang dapat anda ajarkan kepada anak anda.

Ajarkan anak berdiri untuk menunjukkan rasa hormat

Ketika ada orang yang datang, sedangkan anak anda sedang asyik bermain sambil duduk. Maka, ajarilah mereka segera berdiri. Sikap berdiri tersebut untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain yang menghampiri kita. Ingatkan anak untuk berdiri ketika berhadapan dengan orang dewasa. Ayah dan bunda harus mencontohkannya, agar mereka mengerti bagaimana melakukannya.

pixabay

Menghormati orang lain yang berjalan di trotoar

Pernah enggak mengalami kondisi ketika anda berjalan di trotoar, tetapi anak-anak hirau dengan keberadaan anda sebagai pejalan kaki? Anak-anak harud diajarkan kalau trotoar milik Bersama sesama pejalan kaki. Ingatkan mereka jangan menghalangi orang lain yang berjalan di belakangnya. Hal ini mungkin tampak sepele, tetapi ketahuilah perilaku ini mampu menuntun anda untuk menghormati orang lain di ruang publik. Rasa kebersamaan dan hak yang sama, anak anda akan menyadari posisinya ketika berada di ruang publik. Ajari anak anda untuk bergerak ke sisi kiri atau kakan, ketika orang lain tampak tergesa-gesa. Jangan dihalangi.

Baca juga : Hai Ayah dan Bunda, Inilah 10 Cara Mudah Menjadi Orang Tua Hebat

Tunjukkan Cara menghormati kepada orang tua

Orang tua sunda sering mengatakan, “pamali, jangan begitu sama orang tua.” Sesungguhnya perkataan tersebut wujud pembelajaran untuk menghormati orang tua. Ajarkan mereka berkata dan bersikap dengan baik dengan orang tua, seperti kepa kakek, tante atau guru sekolah. Cara sederhana mengajarkan anak untuk menghormati orang tua dengan cara segera mengucapkan salam dan bersalaman. Cara lainnya ketika makan Bersama, ajarkan anak anda untuk mendahulukan orang tua mengambil nasi, sebelum dirinya sendiri.

Pelajari dan ingat nama orang lain

Ketika pulang sekolah, anak sering bercerita senang sekali bermain sama temannya. Tetapi, tidak hafal namanya. Padahal, menurut banyak psikolog, orang senang sekali mendengar nama mereka dipanggil oleh temannya dan diucapkan dengan benar. Jangan sampai menyebut nama alias atau berbau ejeken. Catanya bisa memberi contoh menyuruh anak anda menghapal nama orang tuanya sendiri. Nama Ayahmu siapa? Nama Ayahku Widodo. Ucapkan dengan jelas dan yakinkan jangan takut menyebutkan nama orang tua sendiri. Hingga, anak anda akan belajar untuk menghapal nama teman-temannya. “Tadi ya ayah, aku bermain Bersama Dion dan Bian. Mereka baik loh,” rasanya menyenangkan kalau anak bermain dan sudah mengenal nama temannya.

Jadilah tamu yang baik

Anak anda mungkin sering berkunjung Bersama anda ke rumah saudara atau rumah tetangga. Lalu, anak tiba-tiba mengambil begitu saja mainan anak dari “tuan rumah” yang anda kunjungi. Meski, mereka masih anak-anak, ajarkan mereka untuk meminta ijin ketika meminjam mainan. Oh ya, sebelumnyajangan lupa ajarkan mengucapkan salam ketika mau memasuki rumah orang lain. Anak juga bisa diajarkan untuk menghargai tuan rumah dengan memakan kue yang diberikan padanya.

Anak yang belajar bersikap sopan akan membuat mereka menyadari untuk menghormati orang lain. Anak-anak akan lebih menghargai orang yang berada si sekitarnya. Sikap sopan dapat mengajari seseorang untuk berbuat secara sadar dalam bertingkah laku. Anak dapat mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan dan dihindari untuk dilakukan.

 

sumber : http://www.parenting.com

4 Tips Agar Anak Bisa Mengelola Emosi Mereka

Banyak anak-anak mengalami kesulitan mengontrol emosi mereka. Orang tua dapat membantu anak-anak untuk membicarakan perasaan mereka, meluangkan waktu, dan mengajari anak-anak bagaimana mengelola emosi mereka. Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh kalau anak dapat mengendalikan emosinya. Berikut ini adalah 8 tip yang bisa membantu Ayah dan Bunda mengajari anak Anda bagaimana mengendalikan emosinya.

Membicarakan Bersama tentang perasaan anak. Pastikan anak-anak memahami semua jenis emosi yang dapat dirasakannya. Bicaralah tentang jenis perilaku dan ekspresi yang mungkin timbul dari emosi yang berbeda. Misalnya beda dari marah, tangis, dan tawa. Selain itu, saat dia mengekspresikan emosi yang berbeda, bicarakan mengapa dia merasakan hal tersebut dan menunjukkan perilaku tertentu. Katakan kepada anak, kalau mereka menangis memang bisa menunjukkan perasaan sedih dan juga amarah mereka. Tetapi kalau dilakukan dalam waktu yang lama dan tidak dibicarakan dapat mengganggu orang lain. Ajak anak berbicara tentang kenapa mereka menangis atau pun sebaliknya ketika bahagia.

Mampu mengenali perasaan orang lain. Anak-anak juga perlu mengetahui bagaimana cara membaca perasaan orang lain. Apabila bisa membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh orang lain, anak-anak dapat mengenali perasaan dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Hal ini pada gilirannya dapat membantunya membangun hubungan yang yang lebih bermanfaat dan lebih baik dengan orang lain. Ketika orang lain senang ataupun bersedih, anak bisa membantu orang lain dengan menanggapi dengan cara semestinya.

Baca juga : Empati: Cara Mengajarkan Anak-anak untuk Menilai Orang Lain

Identifikasi strategi penanggulangan. Bantu anak mengidentifikasi strategi penanggulangan yang berbeda untuk mengontrol emosi. Anak Anda harus tahu bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengontrol emosi. Anak harus diajari bagaimana menangulangi emosinya sendiri dan juga orang lain. Beberapa saran strategi penanggulangan yang mungkin berguna bagi anak, misal: mendengarkan musik, menggambar, pergi ke daerah yang sepi, meremas boneka, minum segelas air dingin, dan lain-lain.

Pujilah anak yang bisa mengelola emosi mereka. Bila anak dapat memegang kendali, berikan pujian kepada mereka. Anak mungkin senang menerima pujian yang pantas ketika berhasil mengatasi situasi yang menyebalkan dan telah menguras emosi mereka.

Anak harus diajak berlatih dan berbicara tentang berbagai situasi, agar bisa mengontrol emosi mereka. Hal ini bisa membantu anak bersiap menghadapi emosi yang tak terkontrol di masa depan, terutama ketika anda tak ada di sisinya. Cobalah untuk membiarkan anak secara mandiri untuk mengelola emosi mereka dalam dalam situasi yang berbeda, sebelum orang tua menawarkan bantuan dan bimbingan. Mereka  akan mampu menjaga emosi mereka secara mandiri dan akan dipakai hingga dewasa kelak.

Sumber : http://nspt4kids.com

 

Empati: Cara Mengajarkan Anak-anak untuk Menilai Orang Lain

Empati adalah salah satu sifat yang hampir semua orang inginkan, tetapi sedikit yang mengetahui bagaimana merasakannya. Oleh karena itu, orang dewasa perlu untuk mengajarkan generasi penerus untuk memiliki rasa empati terhadap orang di sekitar mereka.

Apa itu Empati?

Banyak orang kebingungan perbedaan simpati dan empati, tapi keduanya adalah dua nilai yang berbeda. Empati bukan hanya kemampuan untuk memahami perasaan seseorang; Penjahat sering memanfaatkan orang untuk memahami perasaan mereka dan kemudian mencuri kepercayaan mereka. Empati lebih dari itu. Tidak hanya kemampuan untuk mengenali bagaimana perasaan seseorang, tetapi juga menghargai dan menghormati perasaan orang lain. Seseorang memperlakukan orang lain dengan kebaikan hati, bermartabat, dan pengertian.

Anak-anak Perlu Melihat Orang Dewasa Menunjukkan Rasa Empati

Sebagian anak dilahirkan dengan hati yang baik, sedangkan sebagian besar anak-anak perlu melihat empati yang dicontohkan oleh orang dewasa di sekitar mereka. Dari mana semua berawal? Ya tentu saja dimulai dari cara orang tua berhubungan dengan anak-anak mereka. Orangtua yang menunjukkan perhatian yang kuat kepaa anak-anak mereka dan menanggapi emosi dengan cara yang positif. Rasa kepedulian tersebut mengajarkan keterampilan empati.

Memenuhi Kebutuhan Emosional

Bila anak kebutuhan emosional anak terpenuhi, ada dua hal yang terjadi; Mereka belajar bagaimana perhatian terhadap emosional orang lain dan juga menerima rasa yang sama, artinya mereka cukup merasakan kepedulian orang lain.

Baca Juga : Hal Terpenting yang Harus Ayah Lakukan untuk Kehidupan Anaknya

Bicara Kepada Anak Tentang Kebutuhan Emosional

Banyak orang dewasa merasa sulit untuk membicarakan perasaan emosional atau apapun yang berhubungan dengan emosi. Akibatnya, mereka menghabiskan hidup mereka membahas tentang emosi tanpa ujung. Orang dewasa terkadang takut pada emosi mereka sendiri, karena tidak pernah belajar bagaimana menghadapi perasaan emosional.

Orang tua sebaiknya berbicara kepada anak tentang emosi dan bagaimana orang lain mengalaminya. Beri anak pengertian tentang ragam emosi, misalnya, cemburu, marah, dan cinta. Anak harus mengerti tentang perbedaan rasa tersebut. Bicaralah kepada anak tentang bagaimana menangani emosi secara positif dan menghadapi situasi di mana orang lain sedang mengalami emosi. Ajarkan mereka tentang menghormati emosi orang lain.

Carilah Situasi Nyata untuk Mempraktikkan Empati

Carilah situasi yang mempengaruhi orang lain dan bicarakan dengan anak-anak Anda bagaimana perasaan mereka. Misalnya, bagaimana ketika melihat orang yang meminta-minta  di jalan. Ceritakan tentang perbedaan nasib yang mereka alami, hingga mereka menunjukkan rasa kepedulian.

Kembangkan Perasaan Batin Kepedulian Anak

Mengajar anak-anak tentang perbedaan antara benar dan salah dari usia muda memberi mereka ukuran moral yang kuat untuk mengarahkan mereka membuat pilihan yang baik. Bantulah mereka untuk melihat bagaimana pilihan dan perilaku kita mempengaruhi orang lain. Berbicaralah kepada mereka tentang bagaimana kesalahan merugikan orang lain dan bantulah mereka untuk melihat dampak buruk yang ditimbulkan. Sebaiknya Anda berbicara dengan mereka tentang hal-hal kecil seperti memanggil saudara kandung nama yang tidak baik dan menyakiti perasaannya. Ketika membangun pondasi moral yang kuat, mulailah yang kecil dan mulailah dengan dasar-dasarnya. Terus beri anak pengertian tentang kepedulian terhadap orang lain

Cara membesarkan anak-anak Anda dengan memahami dan melatih empati, Anda memberi mereka rasa kepedulian yang tinggi. Mereka akan menjalani kehidupan yang lebih baik dan menikmati hubungan yang yang dekat dengan orang lain. Mengajarkan anak-anak Anda tentang empati adalah investasi berharga untuk masa depan mereka sendiri dan bagi dunia yang akan mereka tinggali.