Anak kecanduan game
Keluarga

Hati-Hati Terjadi Gangguan Perilaku Pada Anak Kecanduan Game

Ketika bersilaturahmi Lebaran lalu, seorang teman mengeluhkan tentang anak kecanduan game. Sudah dilarang main hape milik ibunya, eh anaknya malah merebut punya ayah. Kalau enggak dikasih hape, si kecil bakal guling-guling dan menangis sejadi-jadinya. Teman saya pun terpaksa mengalah. Namun, akibatnya anaknya tidak bisa lepas dari game. Ibaratnya, nempel bak perangko.

Gawatnya, anaknya bisa menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar hape. Nangis, kasih hape lagi. Ngambek, sodorkan hape. Hingga makan pun sambil memegang hape. Tidak hanya di rumah, kalau berpergian pun anaknya sedikit-sedikit ingin bermain hape. Kalau sudah begini tidak ada tindakan lain, anak-anak harus diatur dalam bermain game dan jangan biarkan tanpa kontrol.

Seiring kemajuan teknologi, hape memang terasa sulit dijauhkan dari anak-anak. Apalagi, orang tua menunjukkan perilaku yang sama, main hape sepanjang hari. Orang tuanya sibuk dengan hape, jangan heran anaknya juga begitu.

Jadi tidak aneh toh ketika anak malah menghabiskan masa kecilnya bermain game di rumah. Jarang bermain di luar dan berbagi tawa dengan teman-teman sebayanya. Apabila anak kecanduan game terjadi dalam keluarga Anda, berhati-hatilah. Jangan-jangan si kecil memiliki gangguan perilaku.

Baca Yuk: Aku Enggak Maafin Ayah

Terjadi gangguan Perilaku Pada Anak Kecanduan Game 

World health organizations (WHO) telah menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan perilaku dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD).  Gejalanya ditandai oleh perubahan pola perilaku tidak bisa mengendalikan bermain game, lebih mengutamakan game dibandingkan kegiatan harian lainnya, dan terus bermain game meski terlihat akibat buruk terhadap pemainnya.

Dampak tindak lanjut dari anak kecanduan game mempengaruhi kondisi pribadi, hubungan dengan keluarga, kegiatan sosial, pendidikan, dan lainnya. Setidaknya anak kecanduan game terjadi dalam masa waktu 12 bulan.

Ayo perhatikan anak di rumah sudah berapa lama tergantung dengan game di hape. Oh ya, kecanduan game ini bisa juga terjadi melalui media komputer. Lihat aja, jamak berdiri rental game online, anak dari usia 3 tahun hingga remaja rajin tuh nongkrong di sana.

Kenapa Kecanduan Game dimasukkan dalam ICD-11?

ICD merupakan dasar untuk mengidentifikasi tren kesehatan dengan standar statistik internasional. Klasifikasi Penyakit internasional digunakan praktisi medis di seluruh dunia untuk mendiagnosis dan mengkategorikan kondisi kesehatan. Pada tahun 2018, WHO melakukan revisi Klasifikasi Penyakit Internasional yang ke-11 atau disebut ICD-11.

WHO memutuskan kecanduan game dalam ICD-11 berdasarkan bukti dengan konsensus para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam proses konsultasi tentang klasifikasi penyakit internasional.

Keputusan tentang dimasukkannya gangguan permainan di ICD-11 didasarkan pada tinjauan bukti yang tersedia dan mencerminkan konsensus para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan wilayah geografis yang terlibat dalam proses konsultasi teknis yang dilakukan oleh WHO dalam proses pengembangan ICD-11.

Setelah dimasukkannya kecanduan game dalam ICD-11, maka mulai dikembangkan program pengobatan untuk penyakit gangguan perilaku di berbagai Negara. Para ahli dan dokter mulai meningkatkan perhatian terhadap gangguan kesehatan dan upaya pencegahan dan pengobatan terhadap kecanduan game.

Baca juga : Memberi THR dan Mengajari Anak Berbagi

Orang tua tentu harus memberi perhatian terhadap anak kecanduan game dan penggunaan medianya seperti hape dan komputer. Ketika anak sudah menjadi pecandu game dan waspadalah. Karena mereka akan menghabiskan banyak waktu dan seolah hidup di dalam dunia permainan digital tersebut. Anak pun mengesampingkan kegiatan lainnya dan mempengaruhi kondisi kesehatan secara fisik dan psikologis.

Orang tua harus waspada terhadap waktu yang dihabiskan untuk game, apalagi sampai mengesampingkan kegiatan sehari-hari lainnya. Hingga, rampak perubahan perilaku dari anak kecanduan game tersebut. Jadi ayah dan bunda, perhatikan ya anaknya yang kecanduan game ya, jangan-jangan sudah terjadi gangguan perilaku pada diri anak Anda.

 

Sumber:

Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

http://www.who.int/features/qa/gaming-disorder/en/

 

You may also like...

4 Comments

  1. Salam Mas Bro
    Baca tulisan ini jadi inget, cerita temen.
    Kalo ga mau kasih hape sama anaknya sejak kecil.
    Biar dia belajar dari lingkungan bukan dari gamenya>
    Kalo pun ada saat anaknya nangis, dia memilih kasih waktunya untuk nemenin anaknya.
    Daripada hape jadi “orang” terdekat sama anaknya.
    Mauliate
    terimakasih

  2. Ternyata jd perhatian dunia ya ttg dampak teknologi ini,, jujur,, memang sejak adanya game online,, nilai-nilai karakter pada anak sulit utk ditanamkan,, malah anak lbh cepat berfikir dewasa sebelum waktunya

    1. admin says:

      Iya orang tua harus memperhatikan dampak game terhadap anaknya. Biar tidak berbahaya bagi perilakunya.

  3. Suka gemes ya ayah kalau ortu suka nggak tegaan ama anak, akhirnya ngikutin semua keinginan anak yang jelas bisa berdampak negatif pada anak itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *