Keluarga, Uncategorized

Rahasia Ayah, Ibu Kok Enggak Tahu

Suatu hari yang cerah seorang teman datang menceritakan rahasia Ayah kepada saya. Sesama Ayah saling berbagi rahasia. “Saya tuh kerja sampai malam hari. Waktu pergi anak belum bangun dan pulang anak sudah tidur. Kapan ya saya bisa bermain sama anak?” Ayah blogger diam agak lama mendengar ceritanya.

Ayah yang berkerja memang menghabiskan banyak waktu seharian di luar rumah. Ia pergi sejak mentari lagi lucu-lucunya dan pulang ke rumah ketika senja menjemput malam beriring hadirnya bulan dan bintang.

Wahai Ibu-Ibu Sekalian, Ketahuilah Ada Rahasia Ayah yang Ingin Diceritakan

Kalau sudah tak tahan, hati ayah mungkin menjerit. Ayah sering menyimpan dalam-dalam kerinduan untuk bisa bermain bersama anak. Ketahuilah Ibu, Ada beberapa hal rahasia Ayah yang Ibu mungkin perlu mengetahuinya.

Ayah Selalu Memikirkan Cicilan Rumah, Meski Penghasilan Pas-Pasan

Rumah Impian

Bagi keluarga yang telah memiliki rumah, tetapi belum lunas. Cicilan rumah menjadi beban pikiran tersendiri bagi Ayah. Ia tentu tak mau Istri dan Anaknya hidup terus di rumah kontrakan. Namun, ketika membeli rumah dengan mencicil. Ya mau tak mau, Ayah harus mengupayakan biaya bulanannya.

Syukur-syukur biaya murah dan gaji mampu membayar cicilan rumah. Kalau gaji pas-pasan, Ayah pasti keringat dingin memikirkan bagaimana acara membayar cicilan rumah bulan depan, bulan depannya lagi, dan bulan lainnya. Bersyukurlah kalau sang Ayah di rumah berkerja dari pagi hingga malam hari.

Sekali-kali tanyakan kepada Ayah, bagaimana kondisi keuangan keluarga. Agar tak hanya Ayah seorang diri yang terus menguras keringat dan menghadapi perihnya mencari biaya cicilan rumah.

Baca Juga : Cuma Ibu yang Tahu Rasanya, Kok Ayah Enggak Tahu ya

Ayah juga Ingin Anak Dimasukkan Ke Sekolah yang Bagus, Tetapi Biaya Pendidikan Tidak Murah

pixabay.com

Ibu ingin memasukkan anak ke sekolah dengan kualitas yang mantep. Tetapi eh tetapi biayanya Pendidikan tidak murah. Setiap masuk ajaran baru, Ibu pasti ingin anak-anaknya dimasukkan ke sekolah terbaik. Kalau bisa yang berkualitas mantep. Ada fasilitas kemampuan berbahasa asing, ruang laboratorium, fasilitas olahraga, antar-jemput, dan lain-lain. Ya seperti jualan saja, ada kualitas ya harus ada uang juga.

Begitu pula, Ayah juga ingin anaknya dimasukkan ke sekolah yang berkualitas. Pendidikan itu kan investasi masa depan anak. Ya mana ada Ayah yang mau anaknya sekolah enggak maju dari sisi pengetahuannya. Biaya Pendidikan yang semakin mahal membuat Ayah lebih berkerja keras. Jangan sampai anak tertelah kemajuan jaman karena pengetahuannya jongkok dan tidak didukung dari Pendidikan yang mumpuni.

Ikut Memikirkan Harga Sembako yang Naik

pixabay.com

Sudahlah memikirkan biaya rumah dan Pendidikan, Ayah juga memikirkan harga sembako yang terus naik. Kalau Ibu-Ibu bakal ngomel dan bergosiap bersama tetangga karena sembako terus naik harganya. Sedangkan, Ayah harus memikirkan bagaimana caranya supaya sembako tetap bisa dibeli.

Ayah tidak mau istri dan anaknya mati kelaparan di rumah. Ia juga tak sudi kalau beras tak terbeli dan makan hanya dengan ikan tahu-tempe setiap hari. Kalau sudah begitu, Ayah harus memiliki uang yang cukup untuk makanan nan bergizi bagi anak-anaknya. Mana ada Ayah yang mau anaknya dibilang kurang gizi. Mengertilah wahai Ibu, Ayah memikirkan uang belanja sembako harianmu. Tetapi uang tidak diperoleh dengan muda. Ayah harus terus berkerja demi asupan gizi keluarganya.

Rela Berhutang Walau Apapun yang Terjadi

Rahasia Ayah : Berhutang pixabay.com
Rahasia Ayah : Berhutang pixabay.com

Kalau sudah mentok uang tak mencukupi, sementara gaji pas-pasan. Apalagi kalau tiba-tiba dipesat dan terpaksa menganggur. Ayah akan berpikir keras memikirkan bagaimana mencari uang. Jalan satu-satunya ya terpaksa berhutang. Syukur-syukur kalau keluarga bisa memberi pinjaman uang, kalau tidak ya terpaksa berhutang ke sana ke mari. Dari teman, rekan kantor, hingga meminjam uang ke bank.

Ketahuilah Ibu, Ayah tak bisa mengupayakan pinjaman uang seorang diri. Kalau uang sudah taka da di dompet, bantulah Ayah mencari pinjaman. Lalu, upayakanlah bersama membayarnya nanti. Ayah mungkin tak selalu bisa mengatasi masalah keuangan seorang diri. Namun, ia akan mengupayakan untuk memperoleh uang demi keluarga, apapun yang terjadi.

Baca juga :  Wabah Difteri Versus Orang tua Anti Vaksin

Rahasia Ayah : Menjaga Hati dari Gibah Tetangga

Jangan salah wahai Ibu, Ayah juga menjaga hatinya dari gibah tetangga. Ia tak mau keluarganya jadi gossip-gosip tetangga. Bukan Ibu saja yang senewen ketika diterpa gossip. Ayah juga ikut meredam marah kalau ada tetangga yang membicarakan keluarganya, apalagi hoax semata. Ayah akan menjaga kehidupan keluarganya, agar terhindar dari gibah tetangga. Kalau Ibu yang ikut menggosip sih itu perkara lain.

Kalau Ayah sedang dirundung kesulitan. Janganlah membicarakan keburukannya kepada tetangga. Karena tetangga mungkin tak mengatasi masalah. Adanya juga akan menambah beban Ayah, karena malah menjadi omongan dari si Ibu Ani hingga si Ibu Susi. Ketahuilah Ibu, Ayah mencintai keluarganya sepenuh hati dan berupaya menjaga kehidupan rukun dan damai. Jangan sampai gossip demi gossip mengganggu ketenangan Ayah.

Ayah selalu berkerja keras dan memikirkan nasib keluarganya. Kalau Ayah sedang kesulitan ya bok dibantulah. Ayah mungkin selalu menyimpan rahasia masalah keuangannya. Jadi cobalah bertanya dan selalu berkomunikasi kepada Ayah.

Kalau sudah tak tahan dan Ibu tak mau mengerti, ya Ayah akan berkeluh kesah kepada temannya. Syukur-syukur dia berbagi cerita kepada sahabat dan keluarga yang terpecaya. Kalau tidak ya apes, bisa-bisa keluarga menjadi bahan gossip tetangga.

You may also like...

26 Comments

  1. Semangat para ayah! Kami selalu menghargai perjuanganmu dmi kesejahteraan keluarga

    1. admin says:

      Terima kasih bunda, tanpamu Ayah bisa apa…

  2. Ayah pahlawan keluarga, meskipun selalu sibuk diluar rumah, tapi semuanya demi keluarga. Semoga jadi berkah ya buat keluarga.

    1. admin says:

      Berkah juga buat keluarga, Ayah berkerja keras untuk bunda dan anak-anaknya

  3. Segala perjuangan ayah pastinya untuk keluarga tercinta. Meski kadang terlihat tenang bukan berarti ayah tanpa masalah. Ayah selalu ingin bahagia di depan keluarganya. Salut!

    1. admin says:

      Terima kasih Bunda. Ayah selalu berpikir dalam ketenangannya. Agar semua berjalan sesuai harapannya.

  4. Peran ayah memang kadang tidak sepopuler peran ibu. Karena ayah memang tidak dikenal multitasking. Tapi menjaga komunikasi dengan ayah makanya penting. Karena ayah tidak selalu rambo. Hahaha..kadang melow ibu harus tahu jangan jangan lagi baper sama kerjaan .

    1. admin says:

      Ada baiknya juga memang bunda selalu berkomunikasi dengan ayah, misalnya menanyakan bagaimana kegiatan di kantor hari ini.

  5. kok sedih ya bacanya.. hiikkss.. itulah perjuangan seorang ayah.. aku jadi ingat ayah ku sendiri. ayah ku selalu memikirkan anak dan istri nya, ga peduli apa kata orang. asal Halal dan baik, pasti akan berkah. semoga dilancarkan semua urusannya ya. Amin.

    1. admin says:

      Ayah selalu mencari nafkah terbaik buat keluarganya. Semangat para ayah

  6. salut lah sama para ayah yang tetap berjuang sambil berusaha menyimpan semua kegelisahannya di depan anak istri demi kebaikan bersama. You Are very strong, Dad!

  7. Jadi ayah itu.ribet dan berat ya. Banyak tanggung jawab dan beban yg harus dipikul. Alhamdulillah anak anak dekat dengan ayahnya krn ayahnya sll menyempatkan diri untuk lebih mengenal karakter dan personal anak anaknya.

  8. saya jarang baca point of view seorang ayah, karena point of view ibu2 lebih banyak ditemukan hehe. semangat terus untuk para ayah yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga.

  9. Ayah, pahlawan keluarga

  10. Lgs inget suami….. Berapapun penghasilannya, disyukuri.. Apalagi aku toh juga kerja, dan sebisa mungkin ga mau ngerepotin untuk hal2 sepele seperti minta uang bulanan buat hangout ama temen2 sesekali. Dulu sih mikirnya gitu. Gajiku, ya punyaku. Tp suami ttp wajib menafkahi.

    Skr ga mau gitu lagi :). Saling bantu, saling support.. Toh ini rumah tangga bersama 🙂

  11. Baik ayah maupun ibu kayaknya punya rahasia masing-masing sesuai dengan perannya ya. Semangat para ayah!

  12. Huhu semoga cicilan Ayah cepat lunas ya, biar enggak punya hutang lagi, aamiin

  13. :'(
    kok nyesek ya di hati setelahh baca artikel ini…

  14. Sebagian besar ayah memikirkan tentang finansial keluarga, ya…
    Setuju itu kalau rahasia keluarga ya jangan diceritakan ke orang lain, ntar malah dikompor-komporin. Suami saya selalu menasehati begitu, kalau kita ada masalah internal rumah tangga, ya mari dikomunikasikan berdua, jangan malah curhat ke sana-sini yang malah bisa mereka pakai untuk jadi bahan omongan, kan itu bisa jadi aib kita nantinya. Bahkan kalau itu memang benar-benar urusan suami-istri, suami saya nggak mau cerita ke orang tuanya sendiri. Kita bisa malu sendiri, masalah nggak selesai tapi malah jadi rahasia umum.

  15. so sweet banget ini bacanya. Ayah diam-diam juga memikirkan apa yang ibu pikirkan. Bedanya perempuan lebih banyak ngomong. Udah fitrahnya demikian.

  16. Point-point ayahnya keren bngt, ternyata itu yang ada di pikrian para ayah yaa.. Belum merasakan gue soalnya

  17. Bacanya sedih 🙁
    Semoga semua ayah di dunia diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mencari rezeki untuk keluarga
    Aamiin

  18. Jadi inget papa rasanya 🙁

    Semangat selalu ya mas! Anak perempuan akan selalu mencari pasangan yang mirip dengan ayahnya 🙂

  19. Suka sama tulisannya. Ayah luar biasa.
    Saya juga selalu berbagi cerita sama ayah, kita memutuskan untuk tidak ada rahasia apapun.

  20. Hati ayah seluas samudra, semoga di beri surga-Nya kelak atas segala kebaikan dan jerih payahnya 🙂

  21. Aku jadi inget waktu keluarga suami menjelek2an dan memfitnah apa yang ga pernah aku lakukan, suamiku sampe sedih bahkan dy malah bela aku meski akhirnya hubungan dengan keluarganya sedikit meregang 🙂 disitulah aku sadar ternyata suami bener2 memikirkan perasaan istrinya..

    baca ini jadi reminder buatku juga makasi ayah blogger 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *