enggak maafin ayah
Tips Ayah

Aku Enggak Maafin Ayah

Anak saya tidak terima setelah disuruh pulang dan bilang “Aku enggak maafin Ayah.” Harinya habis diluar rumah bermain di antara sawah, kolam ikan, dan kuburan. Anak kampung? Ya persis AyahBlogger memang tinggal di sebuah kampung di Kabupaten Sukabumi.

Perkaranya, anak kecil semata wayang tidak terima disuruh pulang. Dia ngambek sejadi-jadinya. Masuk ke rumah, lepas sendal, di lempar ke pokokan, dan masuk ke kamarnya. Ambil bantal dan terdiam dalam waktu yang lama. Kalau enggak disamperin mungkin ngambeknya sampai ruang mimpi. Tidak, anak tidak boleh dibiarkan marah seharian.

Ketahuila Ayah… dan Bundaaa, anak memiliki rasa yang halus sekali. Meski usianya masih teramat anak bawang, alias masih pun 6 tahun. Dia sudah tahu perihnya dipaksa pulang dari dunia bermainnya di luar rumah. Sejujurnya, AyahBlogger merasa nyess sekali kalau anak lelaki di rumah bilang, “Aku enggak Maafin Ayah.”

Baca Dong : Memberi THR dan Mengajari Anak Berbagi

Apa sih Arti dari Anak yang Marah Sampai Bilang Aku Enggak Maafin Ayah

Kemarahan dari anak biasanya terjadi karena merasa  tidak dimengerti, diperintah secara salah, dan ungkapan rasa kesal dari orang tua yang bertindak sewenang-wenang. “Mentang-menatang sudah tua, mau menyuruh anak kecil seenaknya,” itu pula yang pernah dikatakan anak saya. Huh, dia sudah mulai besar dan tak bisa menyembunyikan perasaannya.

Cara menunjukkan amarah setiap anak bisa berbeda. Kalau anak AyahBlogger biasanya masuk kamar dan berdiam diri. Kalau tidak dipedulikan, dia akan bertahan lebih lama. Makanya, Ayah kudu menghampiri dan mengalah.

Jangan salah Ayah dan Bunda, anak kecil ternyata memiliki rasa sakit hati, stress, dan menanggap orangtuanya yang nyata sudah tua tidak adil. Kalau amarah terakumulasi bisa memicu gumpalan rasa kesal yang tak tertahankan. Nah, anak saya pasti bilang, “Aku enggak maafin Ayah,” Itu Sudah dan pasti gawat Sudah. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orang tua menghadapi sikap marahnya anak kita ya.

Cobalah Besikap Simpati Kepada Anak

Jangan orang tua saja yang mau menerima sampati dari anak. Orang tua juga dong. Tidak jarang orang tua tak sadar, anak tuh punya perasaan. Kalau dia pikir apa yang dilakukan orang tua itu pasti sakittt… Perih loh dipaksa melakukan sesuatu yang tak diinginkan. Ketahuilah Ayah dan Bunda, apa yang dialami anak juga sangat nyata bagi mereka. Beri rasa simpatimu dan kasih pengertian. Misalnya, Ayah juga harus menjelaskan, Kenapa anak tidak boleh bermain terlalu lama.

Anak Ngambek Jangan Malah didiamkan Begitu Saja

Kalau Anak bilang, Aku enggak maafin Ayah. Disitu ada luka sekaligus meminta ruang untuk bicara. Ajak anak bicara dengan tenang setelah marahnya redah. Ayah juga harus memahami perasaan anak. Sebaliknya, anak belajar mengerti apa sebenarnya yang diharapkan seorang ayah dari anaknya.

Kalau ruang kamar dibiarkan bisu sementara anak memendam rasa marah di dalamnya. Ayah tentu harus berbuat sesuatu. Tidak ada salahnya juga meminta maaf kalau merasa tindakan orang tua yang salah.

Ini juga bagus : Berkaca Dari Anak Korban Terorisme

Anak Marah itu Normal

Ketika melihat anak kesal atas tindakan orang tuanya. Itu normal banget! Enggak ada yang salah dari anak-anak. Marah adalah emosi yang normal. Nilai baik dari menunjukkan sikap marah ya setidaknya anak memberi tahu dia tidak setuju atas tindakan Ayah dan Bundanya.

Dari sikap anak, orang tua sebaiknya bereaksi dengan cinta, empati, dan tetap menghargai perasaannya. Ingatlah, anak butuh ruang untuk berbagi dan juga mengungkapkan rasa tidak setujunya. Ayah dan Bunda selayaknya mengerti.

You may also like...

1 Comment

  1. setuju mas. anak marah juga bagian dari meluapkan emosinya. Coba kita ajak bicara baik baik sambil kita peluk atau cium..dia pasti akan mengerti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *