Si Kecil Anak Kreatif
Tips Ayah

Aku Mau Bikin Mobil-Mobilan Lagi Yah : Yuk Dukung Anak Kreatif

Ayah mana yang tidak mau memiliki Anak kreatif. Bunda juga pasti senang dong anaknya tumbuh dengan penuh kreativitas. Sebagai orang tua, Ayah Blogger selalu mendukung ketika anak menunjukkan sikap kreatifnya.

Anak semata wayang saya misalnya, dia sering sekali minta kertas. “Ayah minta kertas dong. Ade mau membuat mobil-mobilan,” umurnya masih 5 tahun tetapi imajinasinya ingin membuat mobil-mobilan.

Tidak hanya membuat mobil bus, mobil sedan, dan truk pun ingin dibuatnya. Tetapi ya, kadang mau bikin mobil jadinya cuma tempelan hasil guntingan kertas yang berantakan.

Si kecil terkadang meminta kertas dan diguntingnya berbentuk lingkaran tak beraturan. Dia bilang, “Ade membuat bola dong Yah”.

Bagi Ayah Blogger ya tidak mengapa, karena daya bisa memnculkan daya kreativitasnya. Menurut Jennifer King Lindley from dari Family fun di website parents.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya imajinasi anak. Mau tahu apa saja? Baca terus artikel ini ya.

Baca juga : Ringgo Agus Rahman, Kelakuan Ayah Lucu Bjorka Dieter Morscheck di Instagram

Percaya pada Proses Tumbuhnya Imajinasi Anak Kreatif

Anak kreatif. Pixabay.com
Anak kreatif. Pixabay.com

Anak kreatif sebaiknya jangan dibatasi dan perlu dikembangkan dengan segala cara. Jangan menuntut anak langsung bisa membuat karya yang hebat dan bagus. Ada prosesnya dan biarkan anak mengenal kegagalan dalam mengembangkan kreativitasnya.

Misalnya, ketika anak belum bisa membuat mobil-mobilan pertama kali ya, jangan dibilang jelek. Pujilah si kecil dan besarkan hatinya.

Ajak anak untuk membuat mobil-mobilan berikutnya dan ajari cara membuatnya. Bukan tidak mungkin, suatu saat dia akan membuat mobil impiannya sendiri. Mobil yang bisa dimainkan dengan lebih menyenangkan dibandingkan permainan yang dibeli di toko.

Menjawab Apa Saja yang Ditanyakan, Meski Terkadang ada Pertanyaan Tidak Terduga

“Yah, kalau mobil truk itu buat apa sih,” tanya anak saya suatu kali. Keesokan harinya dia bertanya hal lain, mobil sedan, mobil pemadam kebaran, hingga bertanya apa mobil Tobot benaran ada? Ayah blogger selalu berupaya menjawab pertanyaan tersebut.

Anak akan menjadi sang ahli bertanya. Dari Mengapa, bagaimana, kok bisa, apa sih, ada saja yang mereka tanyakan. Semakin bertambah umurnya, anak akan mengembangkan pertanyaannya dari apa yang dilihat dan didengarnya.

Jangan heran dia bertanya tentang Tobot, karena dia mungkin penasaran apa Tobot si mobil robot benaran ada di dunia nyata.

Jangan pernah membatasi pertanyaan anak karena itu menjadi sinyal kalau dia sedang mengembangkan kreativitas dari pemikirannya. Jawablah secara sederhana sesuai cara berpikir dan Bahasa yang dia mengerti.

Ajaklah Anak Memperbaiki Barang Anda yang Rusak

Ayah dan Bunda pernah punya pengalaman tidak, ketika ada barang  di rumah yang rusak, anak pun sibuk ingin membantu. Kalau anak saya, dia sering sekali ingin membantu Bundanya memasak di dapur? Dia pikir Ikan dan sayur akan cepat masak kalau dikerjakan oleh dua orang.

Ya biarkan saja dia ingin membantu orang tuanya. Selain membuatnya tidak penasaran, anak belajar menjadi kreatif bersama orang tua. Dia akan tahu bagaimana memperbaiki strikaan yang rusak. Si kecil juga akan tahu bagaimana memasak dari menghidupkan kompor hingga masakan di sajikan.

Anak memiliki cara berpikir yang terus berkembang dan belajar bagaimana memecahkan masalah. Orang tua tentu guru terbaik untuk belajar. Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari, karena bisa membantu mereka daya kreativitas mereka.

Anak akan menjadi kreatif belajar dari mana saja. Ayah dan Ibu tentu dua orang yang selalu dicontoh dengan baik oleh si kecil.

Hargai Ide Cemerlang Anak Kreatif

Seorang peneliti bernama Junit Cameron dari University of Alberta menjelaskan menghargai ide menjadi cara efektif untuk meransang minat dan kreativitas anak. Jangan heran dengan ide “liar” yang dikatakan oleh anak.

Anak bisa saja tiba-tiba memikirkan bagaimana membuat gelas dengan menggambarnya lebih dulu di computer. Si kecil bisa saja membayangkan kotak susunya bisa dibuat menjadi televisi yang isinya film kartun saja.

Apalagi sampai mematahkan pemikirannya yang diluar kebiasaan anak-anak lainnya. Ayah dan Bunda tidak akan pernah tahu bagaimana Thomas Alfa Edison mengeluarkan ide cemerlang dan sampai menemukan listrik.

Bisa jadi, anak yang lucu dan menggemaskan di rumah Anda adalah calon penemu berikutnya.

Baca juga : Mengenalkan Kasih Sayang di Hari Velentine Kepada anak, Bagaimana caranya?

Anak Anda adalah Anak Kreatif, Jangan Hambar Kreativitas mereka

Alangkah senangnya kalau memiliki anak kreatif. Namun kemunculan bakat dan ide luar biasa mereka sering dipatahkan oleh Ayah, Bunda, dan orang sekitarnya.

Ayah Blogger pikir sebaiknya hindari beberapa hal yang menghambat kreativitas anak-anak.

  • Ide yang dikatakan si anak, jangan sampai dianggap remeh dan diacuhkan.
  • Orang tua terlalu mengekang apa yang dilakukan anaknya.
  • Waktu bermain anak selalu dibatasi oleh orang tuanya mereka sendiri.

Anak akan semakin senang kalau apa yang mereka pikirkan dan lakukan didukung oleh kedua orang tua mereka.

You may also like...

3 Comments

  1. Anak-anak daya imajinasinya masih tinggi. Makanya penting banget memanfaatkan kesempatan ini untuk menstimulasi. Jangan malah dihambat, ya

  2. Kalo ayah memberikan contoh, mungkin bisa untuk memancing dan menumbuhkan kreatifitas anak.

  3. Imajinasi anak itu unik2, saya sih selalu menghargai apapun yg anak saya buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *