bahaya merokok bagi anak
Tips Ayah, Uncategorized

Bahaya Merokok Bagi Anak dan Penyakit yang Mengikutinya

Bahaya merokok bagi anak memiliki risiko tinggi terhadap kematian, bahkan sebanyak 20% penyakit jantung dikarenakan kebiasaan merokok. Meski berdampak begitu buruk bagi kesehatan, nyatanya jumlah perokok semakin meningkat. 90% dari semua perokok dewasa memulai saat mereka masih kecil. Masih kecil kok sudah merokok? Hayo tanyakan kepada anak anda, sudah pernah pernah merokok atau belum?

Ada banyak alasan anak-anak terutama diusia remaja mulai merokok, antara lain, karena :

  • Teman-teman mereka merokok.
  • Mereka mengira merokok adalah hal yang harus dilakukan supaya terlihat ‘dewasa’.
  • Iklan rokok yang bejibun. Anak-anak melihatnya dari film, majalah, TV, olahraga dan poster yang menunjukkan bahwa rokok itu keren, seksi, cerdas, tangguh dan macho.

Baca pula : Cara Mengenalkan Kematian Kepada Anak

Sedangkan bagi yang sudah tergantung pada rokok, akan mengatakan kalau merokok membuat konsentrasi pada pekerjaan. Mereka merasa tenang saat mendapat tekanan, dan merasa lebih rileks. Para perokok sudah tak peduli lagi kalau sudah kecanduan. Apakah mereka mengetahui bahayanya? Ya tentu tahulah, informasi bahaya merokok itu kan sudah dinformasikan dimana-mana.  Tetapi oh tetapi nikotin sebagai biang kecanduan itu dianggap hal lumrah masuk ke dalam tubuh.

Tahukah anda, Ada lebih dari 57% pria dilaporkan menjadi perokok di Indonesia pada tahun 2013. Diantaranya 42% remaja berusia 13 sampai 15 tahun. Diperkirakan lebih dari 216.000 orang meninggal karena penyakit yang terkait dengan penggunaan tembakau di Indonesia setiap tahun. Penyakit apakah itu? Ya penyakit jantung dan masalah pernafasan seperti kanker paru-paru.

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily Sulistyowati menyatakan dalam wawancaranya dengan CNN bahwa tingkat perokok usia kurang dari 18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 8,8%. Sehingga kalau dihitung dari 261 juta jiwa penduduk Indonesia, berarti jutaan pemuda menjadi perokok setia hingga hari ini.

Bahaya Merokok Bagi Anak Faktanya Nikotin Begitu Berbahaya

Salah satu alasan begitu bahayanya rokok adalah mengandung bahan kimia nikotin. Seseorang dapat menjadi pecandu nikotin dan tingkat pengaruhnya menyebab kecanduan sangat tinggi dan sangat sulit dihentikan. Kalau kata pepatah peroko, “rasanya ada yang kurang kalau tidak merokok.”

Padahal, bahaya merokok bagi anak dapat membahayakan tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, emfisema (kerusakan jaringan paru-paru). Akibat lainnya munculnya banyak jenis kanker (seperti kanker paru-paru), tenggorokan, dan kandung kemih.  Faktanya merokok adalah salah satu penyebab utama kematian

Selain dari segi penyakit dalam tubuh, perokok ternyata mengalami stres yang lebih parah dibandingkan orang yang tidak merokok. Katanya merokok membuat lebih rileks? Itu hanya ilusi belaka. Kandungan nikotin justru perokok mudah cemas. Kecanduan nikotin itu sendiri yang membuat para perokok itu bisa mengurangi stres. Padahal sebaliknya, tingkat stresnya semakin tinggi. Bayangkan, bagaimana bahaya rokok bagi anak?

Bahaya Merokok Bagi Anak, Ingatkan Jangan Pernah Mencoba untuk Merokok

Anak usia remaja yang sedang galau-galaunya menghadapi hidup akan mencoba banyak hal, rokok termasuk salah satu benda yang sering dicoba.  Ayolah wahai ayah, anda juga pernah remaja kan. Bersyukurlah bagi para ayah yang tidak pernah merokok pada usia remajanya.

Ajak anak anda berbicara dan beri pengertian bahwa merokok itu buruk bagi tubuh.

Kalau anak sudah kadung merokok, ya dorong mereka untuk menghentikan merokok secepatnya. Jangan memarahi anak, karena mereka akan terus mengulanginya.

Berikan aturan yang tegas untuk melarang merokok di rumah mau pun ketika berada di mana saja.

Katakan pada anak, bahwa orang tua percaya kalau anak tidak akan merokok, meski tidak terpantau ayah dan ibunya.

Baca pula : 6 Sikap Sopan yang Dapat Diajarkan Kepada Anak

Bicarakan dengan anak bahwa merokok membuat kerugian langsung.

Seperti menghabiskan uang untuk membeli barang tidak berguna, mengakibatkan sesak napas, bau mulut, gigi kuning, dan pakaian bau. Jangan biarkan anak membawa rokok ke rumah, apalagi membelinya dari uang orang tua.

Bagaimanapun merokok seperti menabung racun dalam tubuh. Menghisap perlahan dan semakin menumpuk tahun demi tahun. Katakana pada anak sesering mungkin, bahwa dampak merokok sangat bebahaya bagi diri sendiri dan orang sekitarnya.

sumber bacaan:

http://kidshealth.org

http://www.cyh.com

http://edition.cnn.com

You may also like...

30 Comments

  1. merokok lebih banyak kerugiannya daripada untungnya…

    1. betul, apalagi kalau anak-anak menirunya.

  2. iya setuju ini, si ayah juga kalau memang perokok harus menahan diri untuk nggak merokok didepan anaknya bahkan ditempat umum. btw keren nih blog parentingnya phad

    1. hola eva. iya karena merokok itu enggak banget buat anak. Ia coba buat parenting sisi ayah, jadi membuat hal beda.

  3. Dari dulu emang ga setuju ama orang merokok mas, apalagi dekat anak-anak. Ntah apa yang dipikirkannya

    1. dampak buruk pada anak terpapar langsung itu ya kan mas bahaya, udah bau merugikan kesehatan pula

  4. penting nih nasehat man to man begini ya ke anak.

    1. admin says:

      menjadi orang tua yang selalu mengajak bicara anak, dapat memberi nasihat lebih baik.

  5. Nah, ayah kudu mengingatkan kpd anaknya jgn merokok, tp ayah juga jgn merokok ya yah

    1. admin says:

      betul, bagaimana ayah menjadi contoh kalau ayahnya yang malah menjadi perokok.

  6. Anak2 banyak banget yg ngerokok, anak SD temennya anak SMP, anak SMP temennya anak SMA, anak SMA temennya udah lebih umum. Rokok nular terus tuh sampe ke anak SD. 🙀🙀🙀

    1. admin says:

      menjaga keluarga kita yang masih anak-anak dari rokok, dapat mencegah mereka untuk tidak merokok.

  7. Dulu pernah penasaran, nyoba merokok. Tapi rasa takut akibat kebodohan itu dateng, saya males sakit n meninggal gara2 kesalahan yg saya bikin sendiri. Haha! Jadi, bungkus kedua rokok yg saya beli saya hancurin sendiri. Males jadi orang bodoh.. 😀

    1. admin says:

      Benar mba, jangan sampai menjadi perokok. Jauh-jauh deh…

  8. dulu kalo ayah saya ngerokok langsung diusir ke teras sama ibuku hahaha. asapnya ganggu. saya sewot kalo ada ibu2 yg ngerokok sambil gendong anaknya../di pasar ada yg bgt/ syedih

    1. admin says:

      Sebagai bukan perokok, kita harus sewot kepada mereka yang merokok di dekat anak kita.

  9. sulitnya itu kalau lingkungan anak adalah lingkungan perokok…

    1. admin says:

      Maka orang tualah yang harus memulai menjaga lingkungannya terhindar dari perokok

  10. Merokok memang ga baik, aku selalalu nasehatin keluarga jangan sampe merokok, karena ga baik.

    1. admin says:

      betul sekali mba. sayangnya masih banyak orang tua yang masih saja merokok dengan berbagai alasan

  11. Yuk dukung GERMAS dgn membudayakan pola hidul sehat. Salah satunya dgn tidak merokok….

    1. sehat tanpa rokok, adalah hal terbaik buat kita ya

    2. Stop merokok untuk generasi yang lebih baik.

  12. Dari pada merokok mendingan uangnya buat kepeluan diri sendiri dan keluarga ya. Kalau jadi perokok pasif gara2 orang lain itu paling nyebelin.

    1. admin says:

      buat ayah blogger bau asap rokok itu yang sungguh menyebalkan…

  13. Di satu restoran pizza, saya pernah ngeliat satu keluarga muda (ayah, ibu, 2 anak – balita & bayi). Yang bikin geram, si ayah dengan santainya merokok & mengembuskan asapnya di hadapan kedua anaknya – sementara si ibu sama sekali nggak ngelarang.

    Oke, merokok itu hak, tapi mengenalkan asap (dan pastinya debu) rokok pada balita & bayi buat saya bener-bener parah. Egois!

    1. admin says:

      Aduh kasihan banget buat anaknya. Hak sehat anak aja enggak dijaga ya.

  14. berhenti merokok hanya ada 2 bisa berhasil :
    1. Niat
    2. Sakit

  15. rokok emang berbahaya banget tuch, apalagi peroko pasif (yang menghisap asap rokok), artikel bagus dan sangat menginspirasi saya, terima kasih ayah

  16. Suami saya dari SD sudah coba-coba merokok, akhirnya mulai SMP dan SMA jadi remaja perokok. Sampai saya bertemu dengan dia di usia 30-an pun masih merokok, akhirnya waktu pacaran saya minta berhenti karena saya tidak suka asap rokok. Syukur dia mau berhenti dan saya pun akhirnya memiliki suami yang bukan perokok lagi (saya pun menuliskan ceritanya di blog saya). Anak kami sudah dua dan mereka sudah sering kami beri tau bahwa merokok itu bikin batuk. Mereka pun akhirnya suka notice kalau ada orang merokok dan ingat bahwa itu bikin batuk sehingga mereka mau menghindar.

    Tuh kan nikotin hanya membuat cemas, orang stres justru tambah stres dikibulin oleh efek rokok. Sayang banget iklan-iklan rokok di TV selalu tentang motivasi berkarya yang menyasar anak muda, sungguh disayangkan pemerintah tidak meregulasi perihal iklan rokok. Dan juga perlunya pajak rokok di negara ini dinaikkan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *