mengajari anak berbagi
Tips Ayah

Memberi THR dan Mengajari Anak Berbagi

Lebaran sebentar lagi, Anak-anak bakal menyambut THR dengan gembira, tetapi jangan lupa mengajari anak berbagi. Holaa Ayah dan halo Bunda… Kita sering memberi anak-anak THR, namun jarang mengajari anak tentang berbagi kepada sesama. Tetapi kan anak saya masih kecil?

Ingat loh Ayah dan Bunda, pembelajaran tentang pesan kebaikan mulai dikenalkan sedini mungkin. Kita bisa mengajari anak berbagai dan menjadi teladan terbaik bagi mereka. Jangan ragu dan jangan bimbang, mengajari anak berbagi tidak membuat mereka kehabisan uang, malah melahirkan empati dari dalam diri anak-anak kita.

Ada Beberapa Tips Mengajari  Anak Berbagi yang mungkin bisa menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak di rumah.

Baca juga : Berkaca Dari Anak Korban Terorisme

Mengajari Anak Berbagi dengan Memberi Contoh Dari Orang Tua

Orang tua bisa mengajari anak berbagai dengan memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan. Ajak anak Anda berkunjung ke rumah tetangga yang kurang mampu atau sanak saudara yang kemampuan ekonominya tidak sebaik keluarga anda.

Tunjukkan padanya bagaimana memberikan uang dan mengucapkan kalimat ketika mengajari anak berbagi. Misalnya begini, “Kakek Yatno, kami ada rejeki dan mau ngasih ke Kakek. Tolong diterima ya.” Ada baiknya anak yang memberkan uang kepada tetangga atau sanak keluarga yang membutuhkan.

Anak akan belajar kalau uang yang dipegang dari uang THR tidak harus dihabiskan begitu saja. Anak akan belajar berempati terhadap sesama dan mengenal kalau ada orang yang membutuhkan di sekitar tempat tinggal atau bagian dari keluarganya.

Belajar Berbagi Bisa dengan Teman-Temannya juga Kok

Seiring perkembangan usianya, anak akan belajar bermain dengan teman-temannya. Baik teman sekolah atau teman dari sekitar rumah. Nak, ajarkan anak berbagi mainan dengan teman-temannya. Kalau anak memiliki makanan, kasih tahu anak kita untuk berbagi dengan teman-temanya.

Kalau Ayah Blogger sering sehabis belanja dari supermarket makanan diletakkan di ruang tamu. Ketika teman-teman si kecil datang, anak langsung bermain dan membagikan makanan kepada teman-temannya.

Kalau anaknya tidak mau berbagi gimana? Katakan padanya, kalau berbagi itu baik. Anak yang suka berbagi akan mudah berteman dengan siapa saja. Tetapi, ajari juga apa yang boleh dibagikan dan tidak. Jangan sampai mainan di rumah dibagi-bagikan semua ke teman-temannya.

Lakukan dengan Memberi Contoh yang Mudah

Ayah dan Bunda bisa kok mengajari anak berbagi dengan contoh yang mudah. Anak saya di rumah sering menjadi petugas yang menanti Kakek pengambil smpah. Dia ditugaskan untuk memberikan uang kepada si kakek. Bundanya mengajari kepadanya uang harus diberikan kepada Kakek tersebut. Dijleaskan pula kalau uang itu adalah gaji kakek pengambil sampah.

Sering pula, kakek dikasih makanan dan kue, orang yang memberinya tetap si kecil. Tujuannya agar anak terbiasa menggunakan tangan untuk berbagi dan tubuhnya berhadapan dengan orang lain. Jadi dia tidak ragu untuk memberi dan berbagi apapun kepada siapa saja.

Baca yuk : Aku Mau Bikin Mobil-Mobilan Lagi Yah : Yuk Dukung Anak Kreatif

Ajari Berbagi si Kecil Sedini Mungkin

Jadilah contoh dan mengajari anak berbagi sedini mungkin. Jangan sampai dia beranjak besar. Ala biasa karena biasa. Kalau dia terbiasa berbagi sejak kecil mungkin akan terbawa sampai besar. Ayah Blogger ingat sekali pesan orang tua alias kakek si Anak. Katanya begini, “Berbagi itu harus diajari dari kecil. Apapun yang menjadi rejeki bagikan saja kepada sesama. Jangan tunggu sampai kamu menjadi orang kaya.”

Nah bagian pentingnya adalah mengajari anak berbagi tidak perlu menunggu sampai kaya alias ekonomi berkucukupan. Yakinlah apa yang diberikan dengan ikhlas akan berbalas beribu kebaikan suatu hari kelak.

Jadi Ayah dan Bunda, berikan THR kepada anak sembari mengajari tentang berbagi. Setiap kali anak mulai belajar memberi kepada orang lain, maka empati perlahan tapi pasti akan tertanam pada dirinya. Ingatlah begitu banyak orang yang tidak seberuntung kita. Ada begitu bayak orang diluar sana tidak bisa  menikmati lebaran seperti kita. Mari berbagi.

You may also like...

1 Comment

  1. Mengajari anak untuk saling berbagi memang harus dimulai sejak kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *